Idola Cilik RCTI - Kompetisi Popularitas di Usia Dini

. Jumat, 23 Mei 2008
0 komentar

Seolah terinspirasi dari kesuksesan AFI dan AFI Junior dulu, stasiun TV RCTI juga membuat kontes Idola Cilik. Format acara tersebut masih seputar kontes menyanyi yang ditujukan untuk membentuk pesertanya menjadi entertainer sejati. Prinsip penilaiannya juga berdasarkan polling sms untuk masing-masing peserta Idola Cilik tersebut.

Pada awalnya, saya pun terkesan dengan upaya stasiun TV Oke tersebut dalam memberikan wadah bagi anak kecil untuk mengembangkan kreativitas dan talenta mereka di bidang tarik suara. Para juri pun seperti sudah diberi pembekalan tentang psikologi anak terlebih dahulu sehingga dalam berkomentar tidak terlalu "sadis".

Namun, dengan berjalannya acara Idola Cilik ini, dan melihat peserta-peserta yang bertahan, terus terang saya agak kecewa. Karena ada beberapa peserta yang tidak memiliki kualitas yang baik tapi dapat tetap bertahan. Kenapa begitu? Saya kira karena alasan "kasihan".

Bukan rahasia lagi, setiap ada kontes reality show seperti ini, seringkali media ikut-ikutan mengupas tentang cerita hidup para peserta kontes tersebut. Ya... memang diantara peserta itu ada yang kurang beruntung dan berasal dari keluarga yang kurang mampu. Terus terang, sebagai sesama manusia, saya bersimpati terhadap mereka. Tapi simpati itu tidak mengganggu akal sehat saya untuk dapat menilai siapa yang layak untuk bertahan.

Di luar sana, rakyat berteriak-teriak minta keadilan. Rakyat menuduh pemerintah pilih kasih, tidak profesional dan tebang pilih. Lalu bagaimana dengan rakyat?? Apa mereka tidak tebang pilih? Kalo begitu mengapa dalam kontes Idola Cilik, seringkali saya melihat kekecewaan para juri ketika melihat pesertanya harus keluar. Saya bisa melihat bahwa kekecewaan itu lebih dari sekedar rasa sayang yang terbangun selama acara tersebut berjalan. Saya yakin bahwa diluar itu semua, ada kekecewaan bahwa yang keluar terlebih dahulu adalah peserta yang seharusnya belum keluar.

Weits... jangan salah paham dulu. Saya tidak bermaksud untuk memusuhi orang yang kurang mampu di dalam kontes Idola Cilik. Tapi saya hanya melihat performa dari para pesertanya. Dan saya mengesampingkan masalah kostum, karena kostum itu masalah mode. Saya hanya memperhatikan masalah kualitas suara mereka. Dan ekspresi mereka.

Yang amat saya sayangkan adalah, bahwa karena mereka masih sangat kecil. Seingat saya, orang tua kita yang baik biasanya akan selalu mengajarkan, bahwa usaha dan kemauan keras dalam belajar merupakan kunci utama untuk bisa sukses. Nah, bila di implementasikan pada Idola Cilik, saya tidak dapat membayangkan trauma yang mereka alami. Ketika anak-anak berbakat itu harus menerima kekalahan bukan karena mereka tidak memiliki pencapaian performa yang baik, tapi karena mereka kalah populer. Dan lagi, popularitas ini dibentuk oleh media yang mem-blow-up sisi kesengsaraan dari peserta yang kurang mampu tersebut. Jika hal itu membekas di pikiran mereka, pasti mereka akan berpikir bahwa usaha mereka dikalahkan oleh faktor belas kasihan. Bisa jadi mereka akan tumbuh menjadi anak yang tidak percaya dengan usaha dan semangat kerja keras.

Mungkin anda makin beranggapan bahwa saya memusuhi orang yang kurang mampu. Tapi akan saya kemukakan alasan terbesar saya tidak menyukai hal semacam ini. Di dalam kontes Idola Cilik, penyelenggara akan mendapat banyak keuntungan apabila banyak yang nge-vote dengan mengirim sms ke nomor premium mereka. Jadi, bila strategi belas kasihan mereka berhasil, maka makin banyak keuntungan yang mereka raup. Bukankah Indonesia itu orangnya emosional, mudah disentuh dengan hal-hal sensitif seperti ini. Yang diperlukan adalah packaging yang tepat. Jadi, alasan terbesar saya membenci hal ini adalah karena banyak orang menghabiskan uang mereka hanya untuk mempertahankan segelintir orang yang tidak mampu. Di luar sana masih banyak yang bisa kita bantu. Harga Rp. 2000 per sms itu bisa untuk memberi makan satu orang sebanyak satu kali. Berapa orang kurang mampu yang bisa kita beri "belas kasih" dibanding nge-vote orang yang kurang mampu bernyanyi di kontes Idola Cilik? Pastinya lebih bermanfaat kan?

Oya, perlu saya tegaskan sekali lagi, saya tidak memusuhi peserta yang kurang mampu dan kurang mampu bernyanyi itu. Saya menikmati siapapun yang dapat bernyanyi dengan baik, apapun latar belakangnya.
Ayo bantu orang sekitar kita, jangan cuma bisa protes kenaikan harga BBM dengan mengatas namakan rakyat kecil.

Harga BBM Terbaru - 24 Mei 2008

.
0 komentar

Malam ini pemerintah mengumumkan kenaikan harga BBM (Bahan Bakar Minyak) di Indonesia untuk mengantisipasi kenaikan harga minyak dunia.

Sesuai dengan PP no 55 th 2005 yang sudah diubah dengan PP no 9 th 2006, maka Pemerintah memutuskan untuk menaikkan harga bahan bakar minyak per 24 Mei 2008 pkl 0.00.

Berikut rincian harga terbaru untuk varian Bahan Bakar Minyak.
  • Minyak Tanah Rp. 2500,-
  • Premium Rp. 6000,-
  • Solar Rp. 5500,-

Kenaikan ini menunjukkan bahwa harga premium naik melebihi 30% dari harga awalnya pada Rp. 4550,-. Ya.. memang sih naiknya tidak seperti pada waktu terakhir naik yang bener-bener memberi financial shock buat saya.
Semoga keputusan pemerintah menaikkan harga BBM ini tidak membuat rakyat kehilangan keadilan dari diri mereka. Saya hanya berharap tidak ada tindakan anarkis dalam menyambut kenaikan harga BBM ini. Semakin anarkis, semakin banyak yang dirusak, semakin rugi bangsa kita. Ayo kita benahi bangsa kita... Artis-artis juga bantu dong menciptakan trend hidup hemat ;) Dan jangan lupa untuk menggalakkan program kaset gratis :D

Album Baru Gratis dari Naif - Alternatif Memerangi Pembajakan

. Jumat, 09 Mei 2008
2 komentar

Kalo kamu penggermar band Naif, kamu pasti akan senang dengan kabar ini. Band yang baru merilis album barunya yang bertajuk Let's Go ini memasarkan album baru tersebut secara gratis. Salut deh, manuver pemasaran yang cukup keren di bidang musik untuk band sekelas Naif.

Alasan utama dari pihak band Naif menggratiskan penjualan album mereka tak lain adalah guna membuat pembajak kaset BT. Mereka sudah melakukan hitung-hitungan ekonomi terlebih dahulu. Karena royalti dari penjualan kaset mereka apabila mereka melakukan kontrak dengan pihak Label hanyalah Rp.1000,- dan masih harus dibagi diantara keempat personel band Naif. Kalopun terjual 60.000 keping, mereka hanya akan dapat pemasukan sebesar Rp.60.000.000,-. Itupun harus menunggu agak lama untuk mencapai angka penjualan sebanyak itu. Band Naif lebih mengharapkan pemasukan dari honor manggung mereka. Sekali manggung dengan durasi 45 menit mereka dapat 60 juta rupiah, ga beda dengan hasil penjualan 60.000 keping kaset mereka. Di bulan Mei ini, kamu bisa dapetin album Let's Go dari Naif cukup dengan membeli satu eksemplar majalah waralaba. Mau tahu judul majalahnya? Baca artikel ini sampe habis ya :D

Kasus pembajakan kaset sudah sangat merajalela di Indonesia. Di Jogja, tempatku menuntut ilmu ini, hasil bajakan ini dengan mudah kita temui di pinggir jalan. Bahkan bagi mereka yang berkantong cekak, mereka cukup menyewanya di rental dan meng-copy ulang di komputer mereka masing-masing... Yah... mbajak hasil bajakan mungkin ga terlalu gimana gitu rasanya...

Kalo pendapat pribadiku sih, khusus untuk band Indonesia lho, kalo kaset mereka dibajak terutama ke media MP3, hal itu justru akan meningkatkan pamor mereka (ya.. kalo lagunya bagus sih). Karena dalam media MP3, penyebarannya akan lebih mudah, serta gampang dibawa-bawa menggunakan MP3 player. Bayangkan bagaimana musik mereka memasuki pikiran para pendengarnya, dan mereka ga perlu bayar biaya promosi (oleh pembajak) album mereka. Semakin tenar, semakin banyak pemasukan mereka dari banyaknya permintaan kepada mereka untuk manggung disana-sini. Sekali lagi, itu kalo lagunya bagus... Bagi band-band yang lagunya ga oke atau STD (gaya juri Indonesian Idol), ya cuma bisa gigit jari lihat hasil karya mereka dibajak...

Btw, saya sebenernya ga setuju sama pembajakan... Tapi gimana ya, aku butuh banget nonton Anime, jadi ya.. cm dari kaset bajakan aku bisa nonton serial anime kesukaanku. Soalnya belum ada yang nge-lisensi di Indonesia. Lagian, para penerjemah serial Anime di Indonesia bener-bener perlu pembenahan ni untuk bisa nerjemahin anime dengan benar. Coba aja kalian nonton Naruto yang di sulih suara (dubbing) ke bahasa Indonesia , parah banget... Bikin ill-feel liatnya...

Oya.. buat yang pengen dapetin album baru gratis dari band Naif. Cukup dengan membeli satu eksemplar majalah Rolling Stones edisi bulan Mei. So.. go get it guys!

[Kompas]

Boikot Tayangan Tak Mendidik

. Kamis, 08 Mei 2008
1 komentar

Para penggemar sinetron lepas magrib di RCTI pasti menyadari bahwa serial RCTI belum lama ini diisi dengan beberapa serial sinetron baru. Sebut saja Gara-Gara Cinta, Cerita SMA (kalo ga salah) dan Munajah Cinta yang menggantikan Namaku Mentari dan Jelita. Sinetron Cahaya sendiri harus rela "digusur" untuk tayang lebih malam, entah karena rating-nya yang mulai turun atau karena dianggap tayang malam pun tetap akan banyak yang nonton.

Penggantian acara ini entah mengapa seolah menjawab ajakan Kak Seto untuk memboikot tayangan tidak mendidik. Menurut hasil penelitian Departemen Pendidikan Nasional (Depdiknas), tayangan pendidikan hanya menempati porsi sebesar 0.07% dari seluruh jam tayang. Hal ini tentu saja sangat memprihatinkan. Apalagi, Indonesia memiliki stasiun TV yang bernama Televisi Pendidikan Indonesia, yang memang awalnya banyak memberikan tayangan-tayangan pendidikan, namun dalam perkembangannya, paradigma pendidikannya sedikit tergeser dengan arus acara hiburan.

Mungkin anda belum tahu, tapi sebagai bangsa Indonesia, kita boleh berbangga dengan kiprah dunia pertelevisian kita. Jika anda sering menengok ke stasiun tv negara lain (jangan bandingkan dengan Amerika, Australia, China n negara yang sudah sangat lebih maju dari Indonesia ya), mungkin anda akan berkomentar
"Kok studionya jelek ya..!"

"Kok wardrobe-nya kusam gitu..!"

atau

"Kok gambarnya ga jernih sih"

Jadi... rasanya sayang kalo fasilitas siaran televisi kita yang sedemikian bagusnya malah dipenuhi oleh tayangan yang ga mendidik. Rasanya lebih baik bila kualitas gambar siaran TV kita tetep jelek tapi acaranya berkualitas seperti dulu.

Lalu sebagai masyarakat, apa yang dapat kita perbuat?

Ya... Kendalanya sebetulnya dengan kebiasaan kita. Kalo kita disuguhi tayangan ga mendidik tapi tetep kita tonton, ya akhirnya rating acara tersebut tetep tinggi.

Kita bisa mengambil kasus melejitnya acara talkshow Empat Mata yang dipandu oleh Tukul Arwana atau acara komedi situasi Extravaganza. Hal itu menandai bahwa sebagian masyarakat mulai bosan dengan tayangan sinetron televisi kita *yang melulu menjual air mata dan kekejaman*. Jadi, sebagai masyarakat, kita memiliki hak pilih terhadap tayangan yang disuguhkan oleh stasiun televisi kita. Intinya, jangan lagi tonton tayangan televisi yang ga mendidik. Dengan begitu ratingnya bakal turun *emang cara nentuin rating dari mana ya??* dan buru-buru diganti dengan acara lain. Aku rindu banget ma tayangan TV dulu. Seminggu sekali aku menunggu tayangan McGyver yang menginspirasi kita betapa keren dan bermanfaatnya menjadi orang yang menguasai ilmu sains.

Punya opini lain?? Bagi-bagi dong di kolom komentar ;)

Pidato Presiden SBY - Bersama Hadapi Krisis Indonesia

. Kamis, 01 Mei 2008
0 komentar

Semalam pas begadang ngerjain tugas, aku baru inget kalo AnTV lagi nayangin Star Wars yang seri A New Hope kalo ga salah. Pas aku buru-buru nyalain TV (waktu itu jam 11), ternyata yang muncul adalah Bapak Presiden SBY yang sedang melakukan pidato. Backgroundnya tempat Presiden SBY pidato waktu itu seperti menggunakan bluescreen, katanya si tempat pidato Presiden SBY itu di luar negeri (harap dikonfirmasi lebih lanjut kebenarannya ^_^ ).

Dalam pidato tersebut, Pak SBY mengajak rakyat Indonesia untuk bersama-sama memahami masalah yang sedang dihadapi Indonesia saat ini. Melambungnya harga minyak dunia adalah sesuatu yang berada diluar kendali kita, belum lagi masalah pangan dunia, dan krisis energi yang melanda Indonesia.

Mungkin banyak pembaca blog ini yang berpikir (nggaya banget kaya ada aja yang baca blog ini "-_- )
"Indonesia katanya penghasil minyak, kok kesusahan karena persoalan minyak dunia"
Ya.. karena penduduk kita semakin banyak, dan pengguna hasil olahan minyak mentah (seperti bensin dan minyak tanah) semakin meningkat. Bayangkan saja, dulu yang namanya orang punya motor di Indonesia tu bisa dibilang hebat. Tapi sekarang pengguna motor sudah terdiri dari berbagai lapisan sosial dan usia. Mulai dari motor cina yang murah meriah sampe motor Jepang yang walaupun mahal tapi tetep laris manis (contohnya, motor terbaru dari Honda yang bernama CS1 aja dah ada yang inden 300 lbh). Belum lagi mobil-mobil yang udah jadi alat gaul kawula muda... Kadang sampe geleng-geleng (baca: ngiler) lihat banyaknya anak muda jaman sekarang yang wira-wiri pake mobil, kuat banget biayain pengeluaran untuk ngrawat mobil. Jadi ya begitulah, pengguna BBM dan minyak tanah semakin banyak, dan tiap liter yang kita gunakan menyedot subsidi dari APBN. Padahal seringkali kita suka cari-cari alasan keluar rumah hanya karena ga betah dirumah tanpa tujuan yang jelas. Ato kita merasa kuat beli bensin jadi agak semena-mena dalam penggunaannya. Padahal semakin banyak kita pakai semakin banyak kita mengambil anggaran negara kita. Masih banyak yang perlu subsidi di negara kita seperti di bidang kesehatan dan pendidikan.

Buat yang punya pikiran begini
"Lho kita kan negara agraris, kok kekurangan pangan?"
Waduh.. pandangan ini dah ketinggalan jaman... Sekarang banyak lahan pertanian jadi lahan pemukiman. Selain karena penduduk Indonesia yang kian bertambah, banyak pula orang yang tidak berminat menjadi petani, karena jadi petani itu susah, duitnya ga banyak, makan aja susah...

Anggapan itu uda terlanjur terbentuk di kalangan petani. Banyak orang yang merindukan swasembada pangan di Indonesia. Ya.. kalo mau gitu lagi, kita semua harus berusaha dong. Jangan cuma bermimpi. Bayangin aja, kalo beras mahal, rakyat teriak-teriak minta harga beras turun. Pemerintah impor beras untuk nurunin harga, petani ga jadi panen harga...

Lalu dimana posisi kita sebagai warga negara RI yang tidak jadi bagian dari pemerintah dan bukanlah petani yang tinggal di desa?? Ya... maka dari itu, kita harus lebih peduli dengan nasib petani, bukan hanya dengan kembali teriak-teriak ke pemerintah minta mereka perhatiin petani... Lakukan dengan tangan kita sendiri dong, apa yang bisa kita lakukan untuk para petani? Penting untuk kita pikirkan ;)

Hal lain yang disinggung adalah masalah krisis energi. Banyak orang bilang.
"Indonesia kan punya potensi energi terbarukan yang belum dieksplor"
Betul banget itu, kita punya panas bumi, tenaga air dan energi surya. Tapi perlu diingat. Teknologi energi terbarukan itu memerlukan investasi awal yang besar. Contohnya energi surya, untuk bisa balik modal kira-kira butuh waktu 25 tahun, itu juga kalo ga terjadi kerusakan dalam jangka waktu tersebut.

Untuk menggunakan energi air laut, kita harus bergelut dengan masalah korosi, begitu juga bila kita hendak menggunakan energi angin di wilayah pesisir kita.

Mau pake nuklir, waduh.... rakyatnya dah kadung phobia ma nuklir... Demo disana sini. Sekali lagi, apa yang bisa kita lakukan? Satu hal yang bisa lakukan untuk mengawalinya. Yaitu, berhemat. Karena tarif listrik masih bersubsidi.

Semakin banyak kita berhemat pastinya semakin baik. Jangan mentang-mentang bisa bayar trus pake sesukanya, tapi pas mau diberlakukan disinsentif langsung teriak-teriak. Kita juga harus bekerja sama dengan pemerintah agar pemerintah tidak perlu mengeluarkan peraturan yang menyusahkan orang banyak. Permintaan listrik semakin banyak, apalagi dengan program listrik masuk desa. Kita harus belajar berbagi dan berempati. Bukannya egois dalam menggunakan energi listrik.

Seperti yang sudah pernah dikemukakan di posting sebelumnya, negeri kita punya banyak PR. Biarkan pemerintah ngurusi PR mereka masing-masing, ayo kita selesaikan PR kita juga :D

Punya opini lain?? Bagi-bagi dong di bagian komentar ;)