Para penggemar sinetron lepas magrib di RCTI pasti menyadari bahwa serial RCTI belum lama ini diisi dengan beberapa serial sinetron baru. Sebut saja Gara-Gara Cinta, Cerita SMA (kalo ga salah) dan Munajah Cinta yang menggantikan Namaku Mentari dan Jelita. Sinetron Cahaya sendiri harus rela "digusur" untuk tayang lebih malam, entah karena rating-nya yang mulai turun atau karena dianggap tayang malam pun tetap akan banyak yang nonton.
Penggantian acara ini entah mengapa seolah menjawab ajakan Kak Seto untuk memboikot tayangan tidak mendidik. Menurut hasil penelitian Departemen Pendidikan Nasional (Depdiknas), tayangan pendidikan hanya menempati porsi sebesar 0.07% dari seluruh jam tayang. Hal ini tentu saja sangat memprihatinkan. Apalagi, Indonesia memiliki stasiun TV yang bernama Televisi Pendidikan Indonesia, yang memang awalnya banyak memberikan tayangan-tayangan pendidikan, namun dalam perkembangannya, paradigma pendidikannya sedikit tergeser dengan arus acara hiburan.
Mungkin anda belum tahu, tapi sebagai bangsa Indonesia, kita boleh berbangga dengan kiprah dunia pertelevisian kita. Jika anda sering menengok ke stasiun tv negara lain (jangan bandingkan dengan Amerika, Australia, China n negara yang sudah sangat lebih maju dari Indonesia ya), mungkin anda akan berkomentar
atau
Jadi... rasanya sayang kalo fasilitas siaran televisi kita yang sedemikian bagusnya malah dipenuhi oleh tayangan yang ga mendidik. Rasanya lebih baik bila kualitas gambar siaran TV kita tetep jelek tapi acaranya berkualitas seperti dulu.
Ya... Kendalanya sebetulnya dengan kebiasaan kita. Kalo kita disuguhi tayangan ga mendidik tapi tetep kita tonton, ya akhirnya rating acara tersebut tetep tinggi.
Kita bisa mengambil kasus melejitnya acara talkshow Empat Mata yang dipandu oleh Tukul Arwana atau acara komedi situasi Extravaganza. Hal itu menandai bahwa sebagian masyarakat mulai bosan dengan tayangan sinetron televisi kita *yang melulu menjual air mata dan kekejaman*. Jadi, sebagai masyarakat, kita memiliki hak pilih terhadap tayangan yang disuguhkan oleh stasiun televisi kita. Intinya, jangan lagi tonton tayangan televisi yang ga mendidik. Dengan begitu ratingnya bakal turun *emang cara nentuin rating dari mana ya??* dan buru-buru diganti dengan acara lain. Aku rindu banget ma tayangan TV dulu. Seminggu sekali aku menunggu tayangan McGyver yang menginspirasi kita betapa keren dan bermanfaatnya menjadi orang yang menguasai ilmu sains.
Punya opini lain?? Bagi-bagi dong di kolom komentar ;)
Penggantian acara ini entah mengapa seolah menjawab ajakan Kak Seto untuk memboikot tayangan tidak mendidik. Menurut hasil penelitian Departemen Pendidikan Nasional (Depdiknas), tayangan pendidikan hanya menempati porsi sebesar 0.07% dari seluruh jam tayang. Hal ini tentu saja sangat memprihatinkan. Apalagi, Indonesia memiliki stasiun TV yang bernama Televisi Pendidikan Indonesia, yang memang awalnya banyak memberikan tayangan-tayangan pendidikan, namun dalam perkembangannya, paradigma pendidikannya sedikit tergeser dengan arus acara hiburan.
Mungkin anda belum tahu, tapi sebagai bangsa Indonesia, kita boleh berbangga dengan kiprah dunia pertelevisian kita. Jika anda sering menengok ke stasiun tv negara lain (jangan bandingkan dengan Amerika, Australia, China n negara yang sudah sangat lebih maju dari Indonesia ya), mungkin anda akan berkomentar
"Kok studionya jelek ya..!"
"Kok wardrobe-nya kusam gitu..!"
atau
"Kok gambarnya ga jernih sih"
Jadi... rasanya sayang kalo fasilitas siaran televisi kita yang sedemikian bagusnya malah dipenuhi oleh tayangan yang ga mendidik. Rasanya lebih baik bila kualitas gambar siaran TV kita tetep jelek tapi acaranya berkualitas seperti dulu.
Lalu sebagai masyarakat, apa yang dapat kita perbuat?
Ya... Kendalanya sebetulnya dengan kebiasaan kita. Kalo kita disuguhi tayangan ga mendidik tapi tetep kita tonton, ya akhirnya rating acara tersebut tetep tinggi.
Kita bisa mengambil kasus melejitnya acara talkshow Empat Mata yang dipandu oleh Tukul Arwana atau acara komedi situasi Extravaganza. Hal itu menandai bahwa sebagian masyarakat mulai bosan dengan tayangan sinetron televisi kita *yang melulu menjual air mata dan kekejaman*. Jadi, sebagai masyarakat, kita memiliki hak pilih terhadap tayangan yang disuguhkan oleh stasiun televisi kita. Intinya, jangan lagi tonton tayangan televisi yang ga mendidik. Dengan begitu ratingnya bakal turun *emang cara nentuin rating dari mana ya??* dan buru-buru diganti dengan acara lain. Aku rindu banget ma tayangan TV dulu. Seminggu sekali aku menunggu tayangan McGyver yang menginspirasi kita betapa keren dan bermanfaatnya menjadi orang yang menguasai ilmu sains.
Punya opini lain?? Bagi-bagi dong di kolom komentar ;)











1 komentar:
Postingan ini bikin kangen sama McGyver deh...
Posting Komentar