Pidato Presiden SBY - Bersama Hadapi Krisis Indonesia

. Kamis, 01 Mei 2008
  • Agregar a Technorati
  • Agregar a Del.icio.us
  • Agregar a DiggIt!
  • Agregar a Yahoo!
  • Agregar a Google
  • Agregar a Meneame
  • Agregar a Furl
  • Agregar a Reddit
  • Agregar a Magnolia
  • Agregar a Blinklist
  • Agregar a Blogmarks

Semalam pas begadang ngerjain tugas, aku baru inget kalo AnTV lagi nayangin Star Wars yang seri A New Hope kalo ga salah. Pas aku buru-buru nyalain TV (waktu itu jam 11), ternyata yang muncul adalah Bapak Presiden SBY yang sedang melakukan pidato. Backgroundnya tempat Presiden SBY pidato waktu itu seperti menggunakan bluescreen, katanya si tempat pidato Presiden SBY itu di luar negeri (harap dikonfirmasi lebih lanjut kebenarannya ^_^ ).

Dalam pidato tersebut, Pak SBY mengajak rakyat Indonesia untuk bersama-sama memahami masalah yang sedang dihadapi Indonesia saat ini. Melambungnya harga minyak dunia adalah sesuatu yang berada diluar kendali kita, belum lagi masalah pangan dunia, dan krisis energi yang melanda Indonesia.

Mungkin banyak pembaca blog ini yang berpikir (nggaya banget kaya ada aja yang baca blog ini "-_- )
"Indonesia katanya penghasil minyak, kok kesusahan karena persoalan minyak dunia"
Ya.. karena penduduk kita semakin banyak, dan pengguna hasil olahan minyak mentah (seperti bensin dan minyak tanah) semakin meningkat. Bayangkan saja, dulu yang namanya orang punya motor di Indonesia tu bisa dibilang hebat. Tapi sekarang pengguna motor sudah terdiri dari berbagai lapisan sosial dan usia. Mulai dari motor cina yang murah meriah sampe motor Jepang yang walaupun mahal tapi tetep laris manis (contohnya, motor terbaru dari Honda yang bernama CS1 aja dah ada yang inden 300 lbh). Belum lagi mobil-mobil yang udah jadi alat gaul kawula muda... Kadang sampe geleng-geleng (baca: ngiler) lihat banyaknya anak muda jaman sekarang yang wira-wiri pake mobil, kuat banget biayain pengeluaran untuk ngrawat mobil. Jadi ya begitulah, pengguna BBM dan minyak tanah semakin banyak, dan tiap liter yang kita gunakan menyedot subsidi dari APBN. Padahal seringkali kita suka cari-cari alasan keluar rumah hanya karena ga betah dirumah tanpa tujuan yang jelas. Ato kita merasa kuat beli bensin jadi agak semena-mena dalam penggunaannya. Padahal semakin banyak kita pakai semakin banyak kita mengambil anggaran negara kita. Masih banyak yang perlu subsidi di negara kita seperti di bidang kesehatan dan pendidikan.

Buat yang punya pikiran begini
"Lho kita kan negara agraris, kok kekurangan pangan?"
Waduh.. pandangan ini dah ketinggalan jaman... Sekarang banyak lahan pertanian jadi lahan pemukiman. Selain karena penduduk Indonesia yang kian bertambah, banyak pula orang yang tidak berminat menjadi petani, karena jadi petani itu susah, duitnya ga banyak, makan aja susah...

Anggapan itu uda terlanjur terbentuk di kalangan petani. Banyak orang yang merindukan swasembada pangan di Indonesia. Ya.. kalo mau gitu lagi, kita semua harus berusaha dong. Jangan cuma bermimpi. Bayangin aja, kalo beras mahal, rakyat teriak-teriak minta harga beras turun. Pemerintah impor beras untuk nurunin harga, petani ga jadi panen harga...

Lalu dimana posisi kita sebagai warga negara RI yang tidak jadi bagian dari pemerintah dan bukanlah petani yang tinggal di desa?? Ya... maka dari itu, kita harus lebih peduli dengan nasib petani, bukan hanya dengan kembali teriak-teriak ke pemerintah minta mereka perhatiin petani... Lakukan dengan tangan kita sendiri dong, apa yang bisa kita lakukan untuk para petani? Penting untuk kita pikirkan ;)

Hal lain yang disinggung adalah masalah krisis energi. Banyak orang bilang.
"Indonesia kan punya potensi energi terbarukan yang belum dieksplor"
Betul banget itu, kita punya panas bumi, tenaga air dan energi surya. Tapi perlu diingat. Teknologi energi terbarukan itu memerlukan investasi awal yang besar. Contohnya energi surya, untuk bisa balik modal kira-kira butuh waktu 25 tahun, itu juga kalo ga terjadi kerusakan dalam jangka waktu tersebut.

Untuk menggunakan energi air laut, kita harus bergelut dengan masalah korosi, begitu juga bila kita hendak menggunakan energi angin di wilayah pesisir kita.

Mau pake nuklir, waduh.... rakyatnya dah kadung phobia ma nuklir... Demo disana sini. Sekali lagi, apa yang bisa kita lakukan? Satu hal yang bisa lakukan untuk mengawalinya. Yaitu, berhemat. Karena tarif listrik masih bersubsidi.

Semakin banyak kita berhemat pastinya semakin baik. Jangan mentang-mentang bisa bayar trus pake sesukanya, tapi pas mau diberlakukan disinsentif langsung teriak-teriak. Kita juga harus bekerja sama dengan pemerintah agar pemerintah tidak perlu mengeluarkan peraturan yang menyusahkan orang banyak. Permintaan listrik semakin banyak, apalagi dengan program listrik masuk desa. Kita harus belajar berbagi dan berempati. Bukannya egois dalam menggunakan energi listrik.

Seperti yang sudah pernah dikemukakan di posting sebelumnya, negeri kita punya banyak PR. Biarkan pemerintah ngurusi PR mereka masing-masing, ayo kita selesaikan PR kita juga :D

Punya opini lain?? Bagi-bagi dong di bagian komentar ;)

0 komentar: