Permasalahan korban lumpur lapindo terasa semakin berkepanjangan saja. Persetujuan demi persetujuan sudah dibuat, tapi kenapa 2 tahun ini penggantian terkesan tersendat-sendat, sekalipun alasan krisis di perusahaan induk Grup Bakrie menjadi alasan. Hal ini mencuatkan banyak opini di masyarakat, apalagi dengan diumumkannya kekayaan Bakrie yang cukup fantastis beberapa waktu lalu.
Kita semua tahu, bahwa bencana lumpur lapindo tentu tidak lepas dari ketentuan dan takdir Tuhan. Akan tetapi, bila pihak Bakrie / Lapindo sudah menyetujui penggantian kepada sejumlah korban, janganlah lagi ditunda-tunda. Para korban lumpur lapindo menunggu uang yang dijanji-janjikan, jangan sampai mereka menjadi anarkis karena merasa kecewa. Mereka bergantung pada Keputusan Presiden 14/2007 yang memberi sedikit harapan.
Berdasarkan negosiasi ulang Selasa kemarin (2/12/08), pihak Lapindo kini menyetujui pencicilan pembayaran ganti rugi sebanyak Rp. 20 juta perbulan, ditambah 5 juta perbulan untuk biaya rumah. Semoga janji ini bisa mereka tepati, agar para korban juga segera bisa membuktikan bahwa dirinya masih tetap mau berusaha bertahan hidup dengan etos kerja yang tinggi membangun kembali hidup mereka di Indonesia :)
Kita semua tahu, bahwa bencana lumpur lapindo tentu tidak lepas dari ketentuan dan takdir Tuhan. Akan tetapi, bila pihak Bakrie / Lapindo sudah menyetujui penggantian kepada sejumlah korban, janganlah lagi ditunda-tunda. Para korban lumpur lapindo menunggu uang yang dijanji-janjikan, jangan sampai mereka menjadi anarkis karena merasa kecewa. Mereka bergantung pada Keputusan Presiden 14/2007 yang memberi sedikit harapan.
Berdasarkan negosiasi ulang Selasa kemarin (2/12/08), pihak Lapindo kini menyetujui pencicilan pembayaran ganti rugi sebanyak Rp. 20 juta perbulan, ditambah 5 juta perbulan untuk biaya rumah. Semoga janji ini bisa mereka tepati, agar para korban juga segera bisa membuktikan bahwa dirinya masih tetap mau berusaha bertahan hidup dengan etos kerja yang tinggi membangun kembali hidup mereka di Indonesia :)











0 komentar:
Posting Komentar