Kekayaan Aburizal Bakrie merosot 90%, begitulah berita yang saya baca malam ini. Langsung terbayang di pikiran saya akan nasib dari korban Lapindo yang masih menunggu ganti rugi yang dijanjikan akan mereka dapatkan. Jika ketika kekayaan Bakrie masih sehat saja pembayarannya dilakukan dengan sistem mencicil, bagaimana sekarang ya, dimana keadaan finansialnya sedang dalam 'sakit'.
Kemerosotan ini ditengarai akibat krisis finansial global yang berujung pada penurunan nilai saham PT Bumi Resource hingga ke angkat Rp.930 (sebelumnya Rp.8750). Pihak Bakrie mengatakan bahwa kekayaan keluarganya saat ini berada di bawah 10%.
Semoga saja pemberitaan ini bukanlah sebuah propaganda untuk menunda atau menghilangkan perjanjian ganti rugi dari Bakrie terhadap korban Lapindo. Dan kita sebagai saudara sebangsa dan setanah air, mari kita turut berdoa (karena doa adalah usaha minimal kita) agar masalah yang dihadapi oleh perusahaan keluarga Bakrie bisa segera teratasi. Walau bagaimanapun, dalam perusahaan tersebut juga terdapat saudara sebangsa kita yang mengais pendapatan dengan bekerja di sana.
Mari kita menjadi bagian dari solusi untuk bangsa kita, bukan menjadi bagian dari masalah :)
Kemerosotan ini ditengarai akibat krisis finansial global yang berujung pada penurunan nilai saham PT Bumi Resource hingga ke angkat Rp.930 (sebelumnya Rp.8750). Pihak Bakrie mengatakan bahwa kekayaan keluarganya saat ini berada di bawah 10%.
Semoga saja pemberitaan ini bukanlah sebuah propaganda untuk menunda atau menghilangkan perjanjian ganti rugi dari Bakrie terhadap korban Lapindo. Dan kita sebagai saudara sebangsa dan setanah air, mari kita turut berdoa (karena doa adalah usaha minimal kita) agar masalah yang dihadapi oleh perusahaan keluarga Bakrie bisa segera teratasi. Walau bagaimanapun, dalam perusahaan tersebut juga terdapat saudara sebangsa kita yang mengais pendapatan dengan bekerja di sana.
Mari kita menjadi bagian dari solusi untuk bangsa kita, bukan menjadi bagian dari masalah :)











0 komentar:
Posting Komentar