Kalo kamu penggermar band Naif, kamu pasti akan senang dengan kabar ini. Band yang baru merilis album barunya yang bertajuk Let's Go ini memasarkan album baru tersebut secara gratis. Salut deh, manuver pemasaran yang cukup keren di bidang musik untuk band sekelas Naif.
Alasan utama dari pihak band Naif menggratiskan penjualan album mereka tak lain adalah guna membuat pembajak kaset BT. Mereka sudah melakukan hitung-hitungan ekonomi terlebih dahulu. Karena royalti dari penjualan kaset mereka apabila mereka melakukan kontrak dengan pihak Label hanyalah Rp.1000,- dan masih harus dibagi diantara keempat personel band Naif. Kalopun terjual 60.000 keping, mereka hanya akan dapat pemasukan sebesar Rp.60.000.000,-. Itupun harus menunggu agak lama untuk mencapai angka penjualan sebanyak itu. Band Naif lebih mengharapkan pemasukan dari honor manggung mereka. Sekali manggung dengan durasi 45 menit mereka dapat 60 juta rupiah, ga beda dengan hasil penjualan 60.000 keping kaset mereka. Di bulan Mei ini, kamu bisa dapetin album Let's Go dari Naif cukup dengan membeli satu eksemplar majalah waralaba. Mau tahu judul majalahnya? Baca artikel ini sampe habis ya :D
Kasus pembajakan kaset sudah sangat merajalela di Indonesia. Di Jogja, tempatku menuntut ilmu ini, hasil bajakan ini dengan mudah kita temui di pinggir jalan. Bahkan bagi mereka yang berkantong cekak, mereka cukup menyewanya di rental dan meng-copy ulang di komputer mereka masing-masing... Yah... mbajak hasil bajakan mungkin ga terlalu gimana gitu rasanya...
Kalo pendapat pribadiku sih, khusus untuk band Indonesia lho, kalo kaset mereka dibajak terutama ke media MP3, hal itu justru akan meningkatkan pamor mereka (ya.. kalo lagunya bagus sih). Karena dalam media MP3, penyebarannya akan lebih mudah, serta gampang dibawa-bawa menggunakan MP3 player. Bayangkan bagaimana musik mereka memasuki pikiran para pendengarnya, dan mereka ga perlu bayar biaya promosi (oleh pembajak) album mereka. Semakin tenar, semakin banyak pemasukan mereka dari banyaknya permintaan kepada mereka untuk manggung disana-sini. Sekali lagi, itu kalo lagunya bagus... Bagi band-band yang lagunya ga oke atau STD (gaya juri Indonesian Idol), ya cuma bisa gigit jari lihat hasil karya mereka dibajak...
Btw, saya sebenernya ga setuju sama pembajakan... Tapi gimana ya, aku butuh banget nonton Anime, jadi ya.. cm dari kaset bajakan aku bisa nonton serial anime kesukaanku. Soalnya belum ada yang nge-lisensi di Indonesia. Lagian, para penerjemah serial Anime di Indonesia bener-bener perlu pembenahan ni untuk bisa nerjemahin anime dengan benar. Coba aja kalian nonton Naruto yang di sulih suara (dubbing) ke bahasa Indonesia , parah banget... Bikin ill-feel liatnya...
Oya.. buat yang pengen dapetin album baru gratis dari band Naif. Cukup dengan membeli satu eksemplar majalah Rolling Stones edisi bulan Mei. So.. go get it guys!
[Kompas]
Alasan utama dari pihak band Naif menggratiskan penjualan album mereka tak lain adalah guna membuat pembajak kaset BT. Mereka sudah melakukan hitung-hitungan ekonomi terlebih dahulu. Karena royalti dari penjualan kaset mereka apabila mereka melakukan kontrak dengan pihak Label hanyalah Rp.1000,- dan masih harus dibagi diantara keempat personel band Naif. Kalopun terjual 60.000 keping, mereka hanya akan dapat pemasukan sebesar Rp.60.000.000,-. Itupun harus menunggu agak lama untuk mencapai angka penjualan sebanyak itu. Band Naif lebih mengharapkan pemasukan dari honor manggung mereka. Sekali manggung dengan durasi 45 menit mereka dapat 60 juta rupiah, ga beda dengan hasil penjualan 60.000 keping kaset mereka. Di bulan Mei ini, kamu bisa dapetin album Let's Go dari Naif cukup dengan membeli satu eksemplar majalah waralaba. Mau tahu judul majalahnya? Baca artikel ini sampe habis ya :D
Kasus pembajakan kaset sudah sangat merajalela di Indonesia. Di Jogja, tempatku menuntut ilmu ini, hasil bajakan ini dengan mudah kita temui di pinggir jalan. Bahkan bagi mereka yang berkantong cekak, mereka cukup menyewanya di rental dan meng-copy ulang di komputer mereka masing-masing... Yah... mbajak hasil bajakan mungkin ga terlalu gimana gitu rasanya...
Kalo pendapat pribadiku sih, khusus untuk band Indonesia lho, kalo kaset mereka dibajak terutama ke media MP3, hal itu justru akan meningkatkan pamor mereka (ya.. kalo lagunya bagus sih). Karena dalam media MP3, penyebarannya akan lebih mudah, serta gampang dibawa-bawa menggunakan MP3 player. Bayangkan bagaimana musik mereka memasuki pikiran para pendengarnya, dan mereka ga perlu bayar biaya promosi (oleh pembajak) album mereka. Semakin tenar, semakin banyak pemasukan mereka dari banyaknya permintaan kepada mereka untuk manggung disana-sini. Sekali lagi, itu kalo lagunya bagus... Bagi band-band yang lagunya ga oke atau STD (gaya juri Indonesian Idol), ya cuma bisa gigit jari lihat hasil karya mereka dibajak...
Btw, saya sebenernya ga setuju sama pembajakan... Tapi gimana ya, aku butuh banget nonton Anime, jadi ya.. cm dari kaset bajakan aku bisa nonton serial anime kesukaanku. Soalnya belum ada yang nge-lisensi di Indonesia. Lagian, para penerjemah serial Anime di Indonesia bener-bener perlu pembenahan ni untuk bisa nerjemahin anime dengan benar. Coba aja kalian nonton Naruto yang di sulih suara (dubbing) ke bahasa Indonesia , parah banget... Bikin ill-feel liatnya...
Oya.. buat yang pengen dapetin album baru gratis dari band Naif. Cukup dengan membeli satu eksemplar majalah Rolling Stones edisi bulan Mei. So.. go get it guys!
[Kompas]











2 komentar:
Setuju.. galakkan kaset gratis hehehe...
waduh.. ketinggalan brta ni :(
Semoga masih kbagian kasetnya..
Posting Komentar